Abah Atas Angin Jelaskan Ruh Perjuangan Banser

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah KH Irfa’i Nachrawi QS An-Naqsyabandy mengatakan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu setelah dipersiapkan jasad dan raganya, juga harus diperjelas dan dipertegas ruh perjuangannya.

“Seperti apa ruh Banser itu?” tanyanya sesaat sebelum pembaiatan dan pemberkatan kepada peserta Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Pimpinana Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Ciamis di Pondok Pesantren Kasepuhan Atas Angin, (15/2).

Penasihat Pengurus Pusat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) itu mengatakan bahwa ruh perjuangan Banser harus meniru perjuangan sahabat-sahabat Nabi Isa alaihissalam.

“Mereka hidup bertugas menegakkan kalimatullah di bawah pemerintahan Romawi yang waktu itu beragama Nasrani,” ucapnya, Ahad (14/2).

Kiai yang akrab disapa Abah Irfa’i ini mengatakan, pada saat itu banyak fitnah yang menimpa kepada Nabi Isa alaihissalam, di antaranya dituduh akan merebut kekuasaan raja. Tuduhan itu karena ketulusan dan keilkhlasan Nabi Isa di dalam mengabdi kepada masyarakat untuk menciptakan kesejahteraan.

“Dalam kondisi yang pahit ini, Nabi Isa, sebagaimana dalam firman Allah menanyakan kepada para sahabatnya, man ansori ilallah?”

Abah Irfa’i menjelaskan, waktu itu, Nabi Isa bertanya kepada para sahabatnya, siapa yang akan menjadi pembantunya dalam menegakkan kalimatullah. Lalu, sahabat-sahabatnya itu berkata, ‘nahnu ansorullah, kamilah yang akan menjadi pembantu dalam menegakkan agama Allah.

“Berkatalah para orang-orang yang setia kepada beliau, ‘nahnu ansorullah, kamilah yang akan menjadi ansorullah, bahasa sekarang Banser. Kamilah barisan-barisan Ansor Serbaguna,” katanya.

Nah, menurut Abah Irfa’i ruh Banser itu harus seperti sahabat-sahabat Nabi Isa, yang berperan sebagai ansorullah, penegak agama Allah.

“Untuk menegakkan kalimatullah, mengawal perjalanan-perjalanan para ulama, membersihkan duri-duri yang menghalangi perjalanan ulama Ahlissunah ini dalam menegakan kalimatullah,” katanya.

Kedua, lanjutnya, Banser bisa meniru kepada sejarah awal Islam ketika 72 lelaki dan tiga perempuan dibaiat Rasulullah di tengah malam di bukit Aqabah tepatnya di bumi mina.

Jadi, puluhan orang yang berbaiat kepada Rasulullah pada waktu itu berpikiran dan merasakan keprihatinan Rasulullah dalam menegakkan agama Allah.

“Yang merasakan dakwahnya banyak hambatan dan rintangan dari kaum kafir Quraisy di Makkah, dia mengusulkan kepada Rasul untuk berangkat hijrah ke Madinah,” kisahnya.

Nah, menurut Abah Irfa’i, ruh perjuangan Banser adalah mengikuti jejak 72 lelaki dan tiga perempuan yang dibaiat Rasulullah. Mereka waktu itu berjanji akan menjaga kehormatan rasul, akan memuliakan rasul dan juga akan berhadapan dengan suku Quraisy.

 

Sumber: https://jabar.nu.or.id/detail/mursyid-tarekat-naqsyabandiyah-jelaskan-ruh-perjuangan-banser

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan