Pesan Abah Irfa’i Nachrawi tentang Hakekat Puasa

Ciamis, 13 Mei 2019

Bulan Ramadan bulan yang mulia. Bulan yang berkah-berkah Allah terlimpah kepada umat Islam. Pahala dilipatgandakan. Walaupun demikian, hal ini semua kembali kepada ketakwaan kita kepada Allah.

Pada bulan Ramadan ini, kita sama-sama ahli Jariyah tapi tidak tetap. Umpama Jariyah masjid tapi digunakan untuk bicara bisnis dan politik, ini menuju kehancuran. Begitu halnya bulan Ramadhan.

Dan di bulan ini juga seluruh umat muslim di dunia diwajibkan berpuasa.

Puasa itu ada 3 tingkatan:
1. Puasa anak kecil menahan lapar haus
2. Puasa orang dewasa menahan emosinya
3. Puasa para nabi, para wali puasanya hanya untuk mengagungkan Allah.

Nah terus kita itu puasa karena apa?

Dan untuk apa kita harus puasa?

Untuk mendapatkan derajat takwa. Takwa itu takut/ngeri kepada Allah, takut kalau Allah tidak mengasihinya.

Orang takwa itu takut dan ngeri dan hatinya bisa mendengar, umpama melihat praktek riba hatinya merasakan ngeri dan melihat bau busuknya.

“Abah itu suka ngeri mendengar kata Rasul dan melihat kamu itu, berada di jurang neraka tapi Abah ingin menyelamatkan kamu justru meronta. Ini Abah ngeri.”

“Kamu mengetahui kebersihan dari iman tapi melihat kamarmu yang tidak pernah disapu, terus dimana imanmu itu?”

“Jangan kamu turuti hawa nafsumu, keinginanmu tapi ikutilah keinginan Allah dan Rasul. Kamu ingin kaya, tidak apa tapi kayalah yang sesuai dengan keinginan Allah.”

(Aldo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*