KhazanahSohbet

Tidak Semua Pernikahan Berbilang itu Sunnah Nabi Muhammad SAW

Saudaraku muslim rahimakumullah wa hadaakum

Di hari ini kita banyak mendengar informasi tentang pernikahan berbilang.

Ada beberapa orang yang dengan bangganya dia punya istri berbilang dan mengatakan bahwa itu Sunnah Nabi Saw. Banyak orang yang bangga memamerkan punya istri berbilang dan membuat propaganda bahwa itu adalah Sunnah Nabi. Dan banyak juga yang malu mendengar itu.

Waspadalah wahai saudaraku,

Walaupun Nabi bersabda : “Nikah itu adalah Sunnahku”, tapi tidak sembarang nikah itu Sunnah Nabi. Demikian pula biarpun istri Nabi berbilang, tidak setiap beristri lebih dari 1 itu bersunnah Nabi. Nikah itu adalah merupakan sunnah alam bagi makhluk yang diciptakan berpasangan. Kambing, ayampun nikah berbilang sesuai dengan sunnahnya (binatang). Bagi binatang hal tersebut dilaksanakan sudah sesuai dengan syariat dan manhaj yang telah ditentukan. Bagi binatang, pernikahan memiliki syariat dan manhaj sendiri. Demikian pula manusia.

Nabi bersabda : ” An nikahu sunnati..” itu bukan berarti bahwa semua pernikahan itu adalah sunnahku (Nabi), tapi maksudnya adalah Nabi menganjurkan kita untuk menikah dengan sunnah beliau saw.

Nikah yang bersunnah Nabi itu tidak didominasi oleh kepentingan emosional, bukan untuk pamer-pameran bahkan bukan untuk menguatkan agama, agama sudah kuat. Tapi nikah yang bersunnah Nabi itu nikah yang didominasi oleh rasa pengabdian kepada Allah, bukan untuk menegakkan agama tapi untuk menegakkan laku agama seseorang.

Mewujudkan taqwa didalam hati.

Pernikahan yang benar itu untuk menjaga martabat manusia dan membentengi kemaksiatan. Maka Nabi menganjurkan pernikahan itu bagi orang yang sudah mampu. Adapun bagi orang yang belum mampu, Nabi menganjurkan kita untuk berpuasa. Itu semua adalah bukti bahwa pernikahan yang bersunnah Nabi itu, pernikahan yg menguatkan laku agamanya.

Akhlaq Nabi tertera didalamnya.

Orang yang tidak mampu dianjurkan untuk berpuasa karena Rasul tidak menginginkan, pernikahan bagi orang yang tidak mampu, itu dalam kekhawatiran. Dikhawatirkan dia akan disibukkan oleh urusan-urusan harta dan kebutuhan, sehingga rusak laku agama nya.

-menjauh dari misi risalah kehidupan manusia di bumi sebagai abdi dan Khalifah Allah-.

Sehingga tidak akan terjadi dalam dunia kaum muslimin ini dimakmurkan dengan pernikahan dan perceraian. Dan sungguh memalukan bagi orang yang membela perceraian dengan berkata Nabipun pernah menceraikan istrinya.

Bila kamu mendengar sebuah informasi,

Biarpun itu dari hadis Nabi. Telitilah kamu dan waspadalah kamu dalam memahami. Jangan percikkan parfum busuk dan kotor dari dirimu, pada diri Nabi yang sangat Agung dan Mulia.

santri ndalem

Tinggalkan Balasan