BeritaUmum

Pesan Pengasuh Ponpes Atas Angin kepada Kapolres Ciamis

Sepekan setelah dilantik sebagai Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra, bersilaturahmi kepada Pengasuh Pesantren Kasepuhan Atas Angin Ciamis, KH. RM. Irfa’i Nahrowi, Rabu (04/03/2020) di kediamannya yang berada di Desa Darmacaang Cikoneng Ciamis. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Intelkam, Kapolsek dan Danramil Cikoneng serta Pengurus MWC NU Cikoneng.

Dalam pertemuan itu, Pengasuh Pesantren yang kerap disapa dengan sebutan Abah Irfa’i ini menyampaikan pesan persaudaraan dan perdamaian kepada Kapolres dan jajarannya. Sembari mengobrol santai, Abah berpesan agar di dalam menjaga ketahanan bangsa dan negara serta keamanan dan ketertiban masyarakat berpegang kepada nilai-nilai ketakwaan yakni kecintaan kepada ajaran Allah yang dibawa oleh utusan-Nya yang mulia Nabi Muhammad SAW.

Ittaqud dunya wa ittaqun nisya‘, kata Abah Irfa’i, yang juga Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah ini, menyitir sebuah hadits Nabi.

Beliau menerangkan bahwa ittaqud dunya wa ittaqun nisya ini bermakna agar dalam mengemban amanah sebagai pemimpin yang memiliki kewenangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, senantiasa menjaga kehormatan dan kewibawaan diri di hadapan dunia dan di hadapan wanita dengan menjunjung nilai-nilai takwa. Jangan sampai dunia dan wanita dengan pesonanya menjadi kan kita lalai akan tugas dan kewajiban, sehingga masyarakat kehilangan kepercayaan kepada tokoh-tokoh pemimpin.

Kehidupan dunia dewasa ini yang didominasi oleh parameter materialistik menjadikan mental bangsa ini bermental “takut miskin”. Sehingga daya juang untuk menjaga ketertiban dan kedamaian dunia, terkikis oleh nilai tukar mata uang.

Abah Irfa’i menambahkan, agar terhindar dari parameter ekonomistik tersebut dibutuhkan ketegasan untuk menegakkan supremasi hukum, keadilan dan menumbuhkan kesadaran hukum bagi semua anggota masyarakat tanpa terkecuali.

“Kewibawaan di hadapan dunia menghindarkan diri dari ketertarikan akan rayuan material dunia yang menjadikan rusak laku agama (akhlak), menuju pengabdian kepada Tuhan sebagai khalifah di muka bumi yang melayani dan mengayomi masyarakat,” pungkasnya di akhir pertemuan.

(Fathan)

Tinggalkan Balasan